Pergi untuk melihat keindahan pesona Bromo di kota Malang mungkin hanya angan-angan saja sempat pikirku. Tapi dari kutipan sebuah film Laskar Pelangi yang mengatakan “bermimpilah maka Tuhan akan memeluk mimpi-mimpimu”. Mungkin benar kutipan tersebut, karena kalau kita punya suatu tujuan kita harus kejar sampai kita dapat. Dan mungkin baru sekarang impianku ingin mengunjungi tempat tersebut terlaksana karena kesempatan untuk kesana baru terlaksana sekarang.

Tepatnya di tanggal 21 April 2019, saya memulai untuk sebuah perjalanan ke tempat tersebut. Sebelumnya berangkat dari Jakarta di tanggal 17 April 2019, saya dengan teman-teman saya berenam berangkat dari Jakarta menuju Malang dengan naik transportasi kereta kelas ekonomi Matarmaja. Berangkat dari Jakarta pukul 15.15 dan tiba di malang pukul 07.51 esoknya harinya. Aduh, kebayangkan di kereta 17 jam gimana pegalnya.

Berangkat dari Stasiun Pasar Senen
(Saomin, Ilal, Ririn, Saya, Ana, dan Nuril)
baca dari kiri ke kanan

Ini kami beri nama “Tim 17”, karena kami berangkat duluan dari teman-teman yang lain yang berangkat esok harinya dari Jakarta. Bersyukur kami berangkat lebih dulu, karena kami dapat kereta Jakarta-Malang. Teman-teman yang berangkat di tanggal 18 April tidak dapat kereta langsung ke Malang, mereka terpaksa membeli tiket ke Surabaya dan dari Surabaya sambung kereta lagi menuju ke Malang, dan itu harus menambah biaya pengeluaran tambahan lagi yang seharusnya bisa di pakai untuk keperluan lain, maklum anak backpakeran memang. Di kereta pun banyak kejadian lucu yang panjang sekali kalau diceritakan.

Tiba di Stasiun Malang ( Jawa Timur )

Tiba di Malang kita berenam langsung menuju hostel yang cukup murah bisa dibilang dan tempatnya cukup bagus, bersih dan sangat nyaman untuk ditempati namanya Woodlot Hostel. Keesokan harinya kami berenam mengunjungi beberapa tempat wisata yang ada di Malang. Dan di hari kedua kami ngecamp di Danau Ranu Regulo, yang sebelumnya tujuan kami ke tempat Ranukumbolo tetapi karena simkasi di sana belum di buka jadi kami putuskan untuk ngecamp di Ranu Regulo. Untuk cerita hari pertama dan kedua saya skip ya, dan akan saya ceritakan di postingan berikutnya. Dihari ketiga kami berangkat meninggalkan Ranu Regulo ke basecamp yang ada di daerah Ranupani.

Tiba di basecamp Ranupani itu sekitar jam 6 sore dan kami di beri waktu istirahat sampai pukul 2 pagi. Tanggal 21 April 2019, pukul 02.00 pagi dini hari, kami semua bergegas berangkat menuju Bromo, dengan di bantu 2 jeep kami berangkat menuju tempat tujuan kami. Kenapa kami harus berangkat sepagi ini? Jawabannya adalah karena kami mau mengejar matahari…. hihihi…. bukan deh, kami semua ingin melihat Sun Rise yang konon katanya indah sekali pemandangan saat sunrisenya. Kurang lebih satu jam dari keberangkatan akhirnya kami tiba di tempat pemberhentian mobil-mobil Jeep. Kami semua turun dan melanjutkan perjalanan dengan berjalan kaki.

Selama perjalanan menuju tempat ini luar biasa indahnya, awan tipis yang menembus badan kami seperti layaknya kabut dimalam hari. Dengan jalanan pasir yang berundak-undak membuat rasa perjalanan kami menambah rasa kesan yang tidak bisa diungkap dengan kata. Ternyata di sini banyak juga wisatawan lokal maupun asing berdatangan untuk melihat Sun Rise dari atas Puncak Seruni. Kami pun bergegas berjalan menuju puncak Seruni sebelum matahari terbit. Sesampainya di sana ternyata sudah ramai sekali yang berdatangan, kami pun segera mengambil posisi di atas agar pemandangan Sun Risenya terlihat jelas.

Kurang lebih pukul 05.00 pagi, matahari perlahan mulai muncul. Subhanallah…. luar biasa indahnya pesona Bromo di kota Malang saat matahari perlahan mulai muncul. Warna langit yang semula hitam pekat berubah menjadi warna gradasi orange dan biru keputih-putihan yang membuat pemndangan langit tersebut begitu sangat indah ditambah kepulan asap yang keluar dari gunung perlahan-lahan mulai terlihat dan menambah pemandangan disekitarnya menjadi sangat cantik. Kami pun tak lupa untuk berfoto-foto di sekitaran tempat yang kami kunjungi sekedar mengabadikan momen ini.

Pesona Bromo di kala Sun Rise 

Setelah puas kami mengabadikan beberapa momen foto, kami turun kembali untuk ke tempat pemberhentian jeep kami. Tips untuk yang tidak kuat nanjak ke puncak seruni, kalian bisa sewa kuda untuk jalan hingga puncaknya. Bagi pejalan kaki yang menyusuri jalanan ini hati-hati ya banyak kotoran kuda bertebaran dimana-mana. Selanjutnya kami melanjutkan perjalanan ke kawah bromo dengan jeep yang sama. Sesampainya di sana pun, ternyata sudah ramai pengunjung berdatangan, mungkin karena ini hari libur panjang jadi mereka pun menghabiskan waktu berlibur ke bromo.

Lagi-lagi disini kita disuguhkan dengan pemandangan yang sangat indah. Jalanan hamparan pasir yang luas dengan disisi-sisinya disuguhkan pemandangan gunung yang luar biasa sedap di pandang mata. Tapi kami tidak berhasil untuk pergi ke kawahnya karena akses di sana di tutup, takut beresiko dengan erupsi dari kawah bromonya. Tetapi tempat dikisaran kawah bromo ini juga tidak kalah bagus. Hamparan padang pasirnya sangat luas dan kita bisa mencari spot yang bagus untuk berfoto-foto. Di sini juga banyak penyewaan kuda loh bagi yang ingin berkeliling dengan kuda atau sekedar berfoto sambil berkuda.

Kawah Bromo

Setelah puas berfoto-foto dan berkuda-kuda, destinasi terakhir dari bromo yang kita kunjungi adalah “Bukit Teletubbies”. Kenapa dinamakan bukit teletubbies? Karena benar setelah di lihat padang sabana yang ada di bromo ini mirip seperti bukit-bukit yang ada di film teletubbies. Mungkin film teletubbies syutingnya di tempat ini….hehehe…. Setibanya di sana pun kita di sambut dengan teletubbies aslinya. Ada tingky wingki, dipsi, lala dan poh. Wah nostalgia banget film saat dulu kecil ini. Pemandangan rumput hijau nan luas dengan dikelilingi rumput-rumput ilalang dan bunga-bunga berwarna kuning dan ungu menambah indahnya pesona gunung hijau yang terhampar di sekeliling tempat ini. Tempat ini seperti perkebunan di pedesaan di negeri Belanda yang tak kalah sejuk di pandang.

Sepotong momen di bukit Teletubbies

Di bukit telubbies ini tak lupa mengabadikan beberapa foto agar kita menyimpan kenangan di tempat ini, sekaligus beristirahat sebentar untuk sekedar jajan dan minum di warung yang ada di sekitar sini. Akhirnya berakhirlah trip kami di bromo dan kami melanjutkan pulang dan kembali ke tempat basecamp awal. Bersiap- siap untuk pulang karena kami tidak ingin tertinggal kereta seperti Mas Is yang awal berangkat tertinggal kereta dan terpaksa membeli kereta eksekutif, luar biasa ya perjuangan Mas Is demi ikut trip ini.

Terima kasih buat “Suka Ngecamp” atas trip 3D2N khususnya buat para CP Bang Aji, Eko, Dede Ulut dan Bani atas kerja kerasnya untuk trip ini. Trip yang sangat berkesan dan gak membebani para pesertanya. Juga buat Bang Ali sang Master Koki yang luar biasa menyuguhkan makanan enak buat kami. Dan buat Team Trip 3D2N yang lain : Dian, Fitri, Harry, Is, Klara, Latifa, Lily, Nazar, Nia, Rifki, dan Shela kalian luar biasa seru dan bikin trip ini jadi berwarna seperti pelangi di atas awan. Semoga selalu bisa terjalin silaturahim di antara kita semua.